IKHTISAR KAJIAN

💕 Ikhtisar Kajian Dhuha 💕
Tema :
“Nasehat untuk Anak Sebelum Menikah”
Bersama :
🧕🏻 Ustadzah Hj. Dedeh Rosidah
(Mamah Dedeh)
🏣 Bertempat di Masjid Alatief, Pasaraya
Blok M Lantai 5, Kebayoran Baru,
Jakarta Selatan
🧕🏻 Ustadzah Hj. Dedeh Rosidah
(Mamah Dedeh)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Puji dan Syukur kita panjatkan kehadirat Allaah Subhaanahu Wa Ta’aala yang karena Anugerah-Nya kita bisa berkumpul di sini. Shalawat serta Salam kita Panjatkan kepada Baginda Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam, beserta Keluarganya, Sahabatnya, dan Pengikutnya hingga Yaumil Qiyamah. Aamiin.
Pernikahan adalah Fitrah Manusia, maka Islam menganjurkan untuk Menikah karena Nikah merupakan Gharizah Insaniyyah (Naluri Kemanusiaan).
Dari Aisyah Radhiyallaahu ‘Anha, Rasulullaah Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
ﺍَﻟﻨِّﻜَﺎﺡُ ﻣِﻦْ ﺳُﻨَّﺘِﻲ ﻓَﻤَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﻌْﻤَﻞْ ﺑِﺴُﻨَّﺘِﻲ ﻓَﻠَﻴْﺲَ ﻣِﻨِّﻲ، ﻭَﺗَﺰَﻭَّﺟُﻮْﺍ، ﻓَﺈِﻧِّﻲ ﻣُﻜَﺎﺛِﺮٌ ﺑِﻜُﻢُ ﺍْﻷُﻣَﻢَ، ﻭَﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﺫَﺍ ﻃَﻮْﻝٍ ﻓَﻠْﻴَﻨْﻜِﺢْ، ﻭَﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺠِﺪْ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟﺼِّﻴَﺎﻡِ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﺼَّﻮْﻡَ ﻟَﻪُ ﻭِﺟَﺎﺀٌ
“Menikah adalah Sunnahku. Barang siapa yang enggan melaksanakan Sunnahku, maka ia bukan dari Golonganku. Menikahlah kalian! Karena sesungguhnya aku Berbangga dengan banyaknya jumlah kalian di hadapan seluruh Ummat. Barang siapa memiliki Kemampuan (untuk Menikah), maka Menikahlah. Dan barang siapa yang belum mampu, hendaklah ia Berpuasa karena Puasa itu adalah Perisai baginya (dari berbagai Syahwat).”
(HR. Ibnu Majah No. 1846)
Allaah Subhaanahu Wa Ta’aala berfirman :
ﺯُﻳِّﻦَ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﺣُﺐُّ ﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﻭَﺍﻟْﺒَﻨِﻴﻦَ ﻭَﺍﻟْﻘَﻨَﺎﻃِﻴﺮِ ﺍﻟْﻤُﻘَﻨْﻄَﺮَﺓِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺬَّﻫَﺐِ ﻭَﺍﻟْﻔِﻀَّﺔِ ﻭَﺍﻟْﺨَﻴْﻞِ ﺍﻟْﻤُﺴَﻮَّﻣَﺔِ ﻭَﺍﻟْﺄَﻧْﻌَﺎﻡِ ﻭَﺍﻟْﺤَﺮْﺙِ ۗ ﺫَٰﻟِﻚَ ﻣَﺘَﺎﻉُ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ۖ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﺣُﺴْﻦُ ﺍﻟْﻤَﺂﺏِ
“Dijadikan Indah pada (Pandangan) Manusia Kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : Wanita-Wanita, Anak-Anak, Harta yang banyak dari Jenis Emas, Perak, Kuda pilihan, Binatang-Binatang Ternak dan Sawah Ladang. Itulah Kesenangan Hidup di Dunia, dan di sisi Allaah-lah Tempat Kembali yang Baik (Surga).”
(Q.S. Ali-Imran : 14)
Menikah itu salah satunya untuk menghindari Perzinahan. Ada beberapa Dalil mengenai Perzinahan :
1. Surah An-Nisa Ayat 15 & 16.
ﻭَﺍﻟﻠَّﺎﺗِﻲ ﻳَﺄْﺗِﻴﻦَ ﺍﻟْﻔَﺎﺣِﺸَﺔَ ﻣِﻦْ ﻧِﺴَﺎﺋِﻜُﻢْ ﻓَﺎﺳْﺘَﺸْﻬِﺪُﻭﺍ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻦَّ ﺃَﺭْﺑَﻌَﺔً ﻣِﻨْﻜُﻢْ ۖ ﻓَﺈِﻥْ ﺷَﻬِﺪُﻭﺍ ﻓَﺄَﻣْﺴِﻜُﻮﻫُﻦَّ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺒُﻴُﻮﺕِ ﺣَﺘَّﻰٰ ﻳَﺘَﻮَﻓَّﺎﻫُﻦَّ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕُ ﺃَﻭْ ﻳَﺠْﻌَﻞَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﻬُﻦَّ ﺳَﺒِﻴﻠًﺎ
“Dan (terhadap) Para Wanita yang mengerjakan Perbuatan Keji, hendaklah ada empat Orang Saksi di antara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi Persaksian, maka kurunglah mereka (Wanita-Wanita itu) dalam Rumah sampai mereka menemui Ajalnya, atau sampai Allaah memberi Jalan lain kepadanya.”
(Q.S. An-Nisa : 15)
ﻭَﺍﻟﻠَّﺬَﺍﻥِ ﻳَﺄْﺗِﻴَﺎﻧِﻬَﺎ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻓَﺂﺫُﻭﻫُﻤَﺎ ۖ ﻓَﺈِﻥْ ﺗَﺎﺑَﺎ ﻭَﺃَﺻْﻠَﺤَﺎ ﻓَﺄَﻋْﺮِﺿُﻮﺍ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ ۗ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺎﻥَ ﺗَﻮَّﺍﺑًﺎ ﺭَﺣِﻴﻤًﺎ
“Dan terhadap dua orang yang melakukan Perbuatan Keji di antara kamu, maka berilah Hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya Bertaubat dan Memperbaiki Diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allaah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Q.S. An-Nisa : 16)
2. Surah An-Nur Ayat 2.
ﺍﻟﺰَّﺍﻧِﻴَﺔُ ﻭَﺍﻟﺰَّﺍﻧِﻲ ﻓَﺎﺟْﻠِﺪُﻭﺍ ﻛُﻞَّ ﻭَﺍﺣِﺪٍ ﻣِﻨْﻬُﻤَﺎ ﻣِﺎﺋَﺔَ ﺟَﻠْﺪَﺓٍ ۖ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺄْﺧُﺬْﻛُﻢْ ﺑِﻬِﻤَﺎ ﺭَﺃْﻓَﺔٌ ﻓِﻲ ﺩِﻳﻦِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ ﺍﻟْﺂﺧِﺮِ ۖ ﻭَﻟْﻴَﺸْﻬَﺪْ ﻋَﺬَﺍﺑَﻬُﻤَﺎ ﻃَﺎﺋِﻔَﺔٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ
“Perempuan yang Berzina dan Laki-Laki yang Berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah Belas Kasihan kepada keduanya Mencegah kamu untuk (Menjalankan) Agama Allaah, jika kamu Beriman kepada Allaah, dan Hari Akhirat, dan hendaklah (Pelaksanaan) Hukuman mereka disaksikan oleh Sekumpulan Orang-Orang yang Beriman.” (Q.S. An-Nur : 2)
Zina itu sangat berbahaya. Zina itu mencakup Perbuatan dari Mata sampai turun ke Hati.
Allaah Subhaanahu Wa Ta’aala berfirman :
ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻘْﺮَﺑُﻮﺍ ﺍﻟﺰِّﻧَﺎ ۖ ﺇِﻧَّﻪُ ﻛَﺎﻥَ ﻓَﺎﺣِﺸَﺔً ﻭَﺳَﺎﺀَ ﺳَﺒِﻴﻠًﺎ
“Dan janganlah kamu mendekati Zina; sesungguhnya Zina itu adalah suatu Perbuatan yang Keji. Dan suatu Jalan yang Buruk.”
(Q.S. Al-Isra’ : 32)
Maka dari itu, untuk menghindari yang namanya Zina itu dianjurkan untuk Menikah. Ada di dalam Al-Qur’an Dalil untuk Menikah.
Allaah Subhaanahu Wa Ta’aala berfirman :
ﻧِﺴَﺎﺅُﻛُﻢْ ﺣَﺮْﺙٌ ﻟَﻜُﻢْ ﻓَﺄْﺗُﻮﺍ ﺣَﺮْﺛَﻜُﻢْ ﺃَﻧَّﻰٰ ﺷِﺌْﺘُﻢْ ۖ ﻭَﻗَﺪِّﻣُﻮﺍ ﻟِﺄَﻧْﻔُﺴِﻜُﻢْ ۚ ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺍﻋْﻠَﻤُﻮﺍ ﺃَﻧَّﻜُﻢْ ﻣُﻠَﺎﻗُﻮﻩُ ۗ ﻭَﺑَﺸِّﺮِ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ
“Istri-Istrimu adalah (seperti) Tanah Tempat kamu Bercocok Tanam, maka datangilah Tanah Tempat Bercocok-Tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (Amal yang Baik) untuk dirimu, dan Bertakwalah kepada Allaah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah Kabar Gembira Orang-Orang yang Beriman.” (Q.S. Al-Baqarah : 223)
Dalil Perintah Allaah dalam Al-Qur’an mengenai Larangan Menikah dengan Wanita Musyrik, dan Menikahi Laki-Laki yang Musyrik. Coba lihat Q.S. Al-Baqarah Ayat 221.
Allaah Subhaanahu Wa Ta’aala berfirman :
ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻨْﻜِﺤُﻮﺍ ﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛَﺎﺕِ ﺣَﺘَّﻰٰ ﻳُﺆْﻣِﻦَّ ۚ ﻭَﻟَﺄَﻣَﺔٌ ﻣُﺆْﻣِﻨَﺔٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﻣُﺸْﺮِﻛَﺔٍ ﻭَﻟَﻮْ ﺃَﻋْﺠَﺒَﺘْﻜُﻢْ ۗ ﻭَﻟَﺎ ﺗُﻨْﻜِﺤُﻮﺍ ﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛِﻴﻦَ ﺣَﺘَّﻰٰ ﻳُﺆْﻣِﻨُﻮﺍ ۚ ﻭَﻟَﻌَﺒْﺪٌ ﻣُﺆْﻣِﻦٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﻣُﺸْﺮِﻙٍ ﻭَﻟَﻮْ ﺃَﻋْﺠَﺒَﻜُﻢْ ۗ ﺃُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﻳَﺪْﻋُﻮﻥَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ۖ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻳَﺪْﻋُﻮ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻐْﻔِﺮَﺓِ ﺑِﺈِﺫْﻧِﻪِ ۖ ﻭَﻳُﺒَﻴِّﻦُ ﺁﻳَﺎﺗِﻪِ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﻟَﻌَﻠَّﻬُﻢْ ﻳَﺘَﺬَﻛَّﺮُﻭﻥَ
“Dan janganlah kamu Menikahi Wanita-Wanita Musyrik, sebelum mereka Beriman. Sesungguhnya Wanita Budak yang Mukmin lebih baik dari Wanita Musyrik, walaupun dia menarik Hatimu. Dan janganlah kamu Menikahkan Orang-Orang Musyrik (dengan Wanita-Wanita Mukmin) sebelum mereka Beriman. Sesungguhnya Budak yang Mukmin lebih baik dari Orang Musyrik, walaupun dia menarik Hatimu. Mereka mengajak ke Neraka, sedang Allaah mengajak ke Surga dan Ampunan dengan izin-Nya. Dan Allaah menerangkan Ayat-Ayat-Nya (Perintah-Perintah-Nya) kepada Manusia supaya mereka mengambil Pelajaran.” (Q.S. Al-Baqarah : 221)
Karena itu kita harus Menikah dengan yang Beriman. Kita pada awalnya sebelum sampai ke Proses Pernikahan itu melalui Proses yang panjang sejak dari Rahim Ibu kita. Proses Kejadian Manusia dalam Rahim seorang Ibu, Cairan Sperma (Air Mani) melekat membentuk Darah (Proses 40 Hari), kemudian menjadi Segumpal Daging (Proses 40 Hari), dijadikan Tulang-Belulang (Proses 120 Hari).
Allaah Subhaanahu Wa Ta’aala berfirman :
ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﺧَﻠَﻘْﻨَﺎ ﺍﻟْﺈِﻧْﺴَﺎﻥَ ﻣِﻦْ ﺳُﻠَﺎﻟَﺔٍ ﻣِﻦْ ﻃِﻴﻦٍ (12) ﺛُﻢَّ ﺟَﻌَﻠْﻨَﺎﻩُ ﻧُﻄْﻔَﺔً ﻓِﻲ ﻗَﺮَﺍﺭٍ ﻣَﻜِﻴﻦٍ (13) ﺛُﻢَّ ﺧَﻠَﻘْﻨَﺎ ﺍﻟﻨُّﻄْﻔَﺔَ ﻋَﻠَﻘَﺔً ﻓَﺨَﻠَﻘْﻨَﺎ ﺍﻟْﻌَﻠَﻘَﺔَ ﻣُﻀْﻐَﺔً ﻓَﺨَﻠَﻘْﻨَﺎ ﺍﻟْﻤُﻀْﻐَﺔَ ﻋِﻈَﺎﻣًﺎ ﻓَﻜَﺴَﻮْﻧَﺎ ﺍﻟْﻌِﻈَﺎﻡَ ﻟَﺤْﻤًﺎ ﺛُﻢَّ ﺃَﻧْﺸَﺄْﻧَﺎﻩُ ﺧَﻠْﻘًﺎ ﺁﺧَﺮَ ۚ ﻓَﺘَﺒَﺎﺭَﻙَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﺍﻟْﺨَﺎﻟِﻘِﻴﻦَ (14)
Dan sesungguhnya Kami telah Menciptakan Manusia dari suatu Saripati (Berasal) dari Tanah. Kemudian Kami jadikan Saripati itu Air Mani (yang disimpan) dalam Tempat yang Kokoh (Rahim). Kemudian Air Mani itu Kami jadikan Segumpal Darah, lalu Segumpal Darah itu Kami jadikan Segumpal Daging, dan Segumpal Daging itu Kami jadikan Tulang-Belulang, lalu Tulang-Belulang itu Kami bungkus dengan Daging. Kemudian Kami jadikan dia Makhluk yang (Berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allaah, Pencipta Yang Paling Baik.” (Q.S. Al-Mu’minun : 12 – 14)
Qadha seseorang dilihat dari :
1. Kening (Dahi)
2. Dada
3. Guratan Garis Tangan.
Ketentuan Qadha yang Allaah Tuliskan pada Manusia :
1. Usia.
2. Amalaan Baik dan Buruk.
3. Rezeki yang diperoleh.
4. Hidup Bahagia atau Sengsara.
Dengan Do’a dan Sedekah Manusia dapat mengubah Qadha/Takdir.
Rasulullaah Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻟَﺎ ﻳَﺮُﺩُّ ﺍﻟْﻘَﻀَﺎﺀَ
ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﺪُّﻋَﺎﺀُ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺰِﻳﺪُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻌُﻤْﺮِ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟْﺒِﺮُّ ‏( ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ‏)
“Tidak ada yang dapat menolak Takdir (Ketentuan) Allaah Ta’aala selain Do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (Memperpanjang) Umur seseorang selain (Perbuatan) Baik.” (HR. Tirmidzi No. 2065)
Siapa yang ingin Rezekinya Berkah Melimpah perpanjanglah Tali Silaturahim.
Bila dalam hidup kita memperoleh Keberhasilan dan Kebahagiaan, hendaknya janganlah kita Pelit pada Lingkungan sekeliling.
Tipe Anak dalam Al-Qur’an terdapat 4 Kriteria :
1. Anak adalah Qurata’ayun (Menyejukkan
Pandangan Orang Tua)
ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻫَﺐْ ﻟَﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﺯْﻭَﺍﺟِﻨَﺎ ﻭَﺫُﺭِّﻳَّﺎﺗِﻨَﺎ ﻗُﺮَّﺓَ ﺃَﻋْﻴُﻦٍ ﻭَﺍﺟْﻌَﻠْﻨَﺎ ﻟِﻠْﻤُﺘَّﻘِﻴﻦَ ﺇِﻣَﺎﻣًﺎ
“Dan orang-orang yang berkata : “Ya Tuhan kami, Anugerahkanlah kepada kami Istri-Istri kami dan Keturunan kami sebagai Penyenang Hati (kami), dan jadikanlah kami Imam bagi Orang-Orang yang Bertaqwa.”
(Q.S. Al-Furqan : 74)
2. Anak adalah Perhiasan Kehidupan di Dunia.
ﺍﻟْﻤَﺎﻝُ ﻭَﺍﻟْﺒَﻨُﻮﻥَ ﺯِﻳﻨَﺔُ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ۖ ﻭَﺍﻟْﺒَﺎﻗِﻴَﺎﺕُ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕُ ﺧَﻴْﺮٌ ﻋِﻨْﺪَ ﺭَﺑِّﻚَ ﺛَﻮَﺍﺑًﺎ ﻭَﺧَﻴْﺮٌ ﺃَﻣَﻠًﺎ
“Harta dan Anak-Anak adalah Perhiasan Kehidupan Dunia tetapi Amalan-Amalan yang Kekal lagi Shaleh adalah lebih baik Pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi Harapan.” (Q.S. Al-Kahfi : 46)
3. Anak adalah hanya sebagai Ujian/Cobaan.
ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺃَﻣْﻮَﺍﻟُﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻭْﻟَﺎﺩُﻛُﻢْ ﻓِﺘْﻨَﺔٌ ۚ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﺃَﺟْﺮٌ ﻋَﻈِﻴﻢٌ
“Sesungguhnya Hartamu dan Anak-Anakmu hanyalah Cobaan (bagimu), dan di sisi Allaah-lah Pahala yang Besar.”
(Q.S. At-Taghabun : 15)
4. Anak adalah Musuh yang Nyata.
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺇِﻥَّ ﻣِﻦْ ﺃَﺯْﻭَﺍﺟِﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻭْﻟَﺎﺩِﻛُﻢْ ﻋَﺪُﻭًّﺍ ﻟَﻜُﻢْ ﻓَﺎﺣْﺬَﺭُﻭﻫُﻢْ ۚ ﻭَﺇِﻥْ ﺗَﻌْﻔُﻮﺍ ﻭَﺗَﺼْﻔَﺤُﻮﺍ ﻭَﺗَﻐْﻔِﺮُﻭﺍ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻏَﻔُﻮﺭٌ ﺭَﺣِﻴﻢٌ
“Hai Orang-Orang Mukmin, sesungguhnya di antara Istri-Istrimu dan Anak-Anakmu ada yang menjadi Musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu Memaafkan dan tidak Memarahi serta Mengampuni (mereka), maka sesungguhnya Allaah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. At-Taghabun : 14)
Rasulullaah Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
ﻋَﻦْ ﺃﺑِﻰ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓ ‏ﺃﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ . ﺹَ . ﻗَﺎﻝَ : ﺇﺫَﺍ ﻣَﺎﺕَ ﺍﻹﻧﺴَﺎﻥُ ﺍﻧْﻘَﻄَﻊَ ﻋَﻤَﻠُﻪُ ﺇﻻَّ ﻣِﻦْ ﺛَﻼَﺙٍ : ﺻَﺪَﻗَﺔٍ ﺟَﺎﺭِﻳَﺔٍ ﺍَﻭ ﻋِﻠْﻢٍ ﻳُﻨْﺘَﻔَﻊُ ﺑِﻪِ , ﺍَﻭﻭَﻟَﺪٍ ﺻَﺎﻟِﺢٍ ﻳَﺪْﻋُﻮﻟَﻪُ ‏
“Jika Anak Adam Meninggal, maka Amalnya Terputus kecuali dari tiga Perkara, Sedekah jariyah (Wakaf), Ilmu yang Bermanfaat, dan Anak Shaleh yang Berdo’a kepadanya.”
(HR Muslim)
Maka kalau nanti sudah Menikah dan Allaah Anugerahkan Keturunan harus dijaga betul-betul. Didik itu Anak dengan baik karena Anak adalah Investasi kita kelak yang bisa Menyelamatkan kita di Akhirat.
Semoga apa yang saya sampaikan ini ada Manfaatnya. Kurang lebihnya mohon maaf.
وَاللّهُ أعلَم بِالصَّوَاب
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
ﻭَ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ
Notulen: Aditya Raharjo (Sahabat ASIK Jakarta)
#Ikhtisar
#KajianDhuha
#DewanKemakmuranMasjidAlatief
#PasarayaBlokM
#PecintaKajian/MajelisIlmu

Iklan

IKHTISAR KAJIAN

💕 Ikhtisar Kajian Ma’rifatullaah 💕
Pembahasan Asma Allaah ‘Al-Khaliq’, ‘Al-Bari’, Al-Musawwir’
Bersama :
👳 K.H. Abdullah Gymnastiar
(Founder Daarut Tauhiid)
🏣 Bertempat di Masjid Daarut Tauhiid,
Jalan Gegerkalong Girang No. 38,
Bandung
👳 K.H. Abdullah Gymnastiar
(Founder Daarut Tauhiid)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Allaah Subhaanahu Wa Ta’aala yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang Membentuk Rupa, yang memiliki Asmaul Husna. Asma Allaah yang kita bahas kali ini ‘Al-Khaliq’, ‘Al-Bari’, Al-Musawwir.
ﻫُﻮَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟْﺨَﺎﻟِﻖُ ﺍﻟْﺒَﺎﺭِﺉُ ﺍﻟْﻤُﺼَﻮِّﺭُ ۖ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﺄَﺳْﻤَﺎﺀُ ﺍﻟْﺤُﺴْﻨَﻰٰ ۚ ﻳُﺴَﺒِّﺢُ ﻟَﻪُ ﻣَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ۖ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟْﻌَﺰِﻳﺰُ ﺍﻟْﺤَﻜِﻴﻢُ
“Dialah Allaah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di Langit dan Bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(Q.S. Hasyr : 24)
Hadirin sekalian, jadi tidak ada satu pun yang ada di Alam ini kecuali Allaah yang Menciptakan, Mengadakan, Membentuk. Jadi seisi Alam ini milik Allaah, dan Dia juga yang ngurus.
ﻳَﺴْﺄَﻟُﻪُ ﻣَﻦْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ۚ ﻛُﻞَّ ﻳَﻮْﻡٍ ﻫُﻮَ ﻓِﻲ ﺷَﺄْﻥٍ
“Semua yang ada di Langit dan Bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap Waktu Dia dalam Kesibukan.” (Q.S. Ar-Rahman : 29)
ﻓَﺒِﺄَﻱِّ ﺁﻟَﺎﺀِ ﺭَﺑِّﻜُﻤَﺎ ﺗُﻜَﺬِّﺑَﺎﻥِ
“Maka Nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu Dustakan?” (Q.S. Ar-Rahman : 30)
Allaah dalam Kesibukan setiap saat mengurus segalanya. Jadi tidak ada yang kita lihat kecuali Ciptaan Allaah, termasuk saat kita ngaca Ciptaan Allaah. Semuanya Ciptaan Allaah, baik diri kita milik Allaah. Suami, Istri, Anak, semua milik Allaah. Tidak ada Orang Kaya, semua milik Allaah, jadi jangan kagum lihat yang Kaya, ya biasa aja. Tapi jangan Meremehkan yang Kaya. Semua Titipan Allaah. Sesuka Allaah, kapan diberi, kapan diambil.
Milik Allaah Hadirin. Kalau Allaah mau bikin kita Tua, maka Tua lah. Kalau mau ada Uban ya ada lah. Saya gak tahu apakah pulang bakal utuh apa enggak? Ada yang Mata duluan. Saya gak tahu Jadwalnya. Ada yang Ibu-Ibu Rahimnya duluan karena harus dioperasi. Harus Ridha. Punya Anak belum tentu Allaah Ridha. Siti Aisyah semoga Allaah Meridhai Beliau itu tidak punya Anak, tapi tidak berkurang Kemuliaan Beliau. Walaupun bukan Anak Kandung kalau Kasih Sayangnya Tulus walapun dengan Binatang akan nyambung.
Kembali ke bahasan kita, jadi mulai sekarang kita harus melatih diri bahwa segala sesuatu Ciptaan Allaah. Ini penting Hadirin. Kalau tidak nyambung kita akan kagum. Lihat Anak yang memainkan Boneka kenapa tidak Memuji Allaah? Lihat yang diajak ngobrol gak kagum. Lihat Patung Lilin kagum, lihat Temen yang diajak ngobrol tidak kagum sama yang Menciptakannya. Lihat Gambar Gunung kagum, lihat Gunung beneran gak kagum, kagumnya kalau pas Meletus.
Kalau tahu Tubuh ini Ciptaan Allaah gak akan Sombong. Jadi yang merasa Ganteng, Cantik gak ingat Allaah apa susahnya diambil. Harusnya kalau diberi Kelebihan ingat ini Ujian dari Allaah, dan gampang bagi Allaah mengambilnya. Jangan Sombong dengan Kepintaran, mudah bagi Allaah mengambilnya. Tidak ada yang sulit bagi Allaah Subhaanahu Wa Ta’aala untuk mengambil apa yang ada dalam diri kita, makanya kalau lagi Bercermin Bersyukur. Ya Allaah ini Ciptaanmu.
Mudah bagi Allaah membuat Dunia ini sekejap sepi. Kalau yang punya Badan Bagus cenderung Pamer, hati-hati. Yang suka Pamer bentuk Tubuh kepada yang tidak Halal mudah bagi Allaah mengambilnya. Allaah tahu ketika kita Ujub saat Memotret, dan sangat mudah bagi Allaah mengambil segalanya, tidak ada yang bisa mencegahnya.
Kalau lihat Kecantikan sambil Memuji Allaah. Maa Syaa Allaah Seksi banget. Eh jangan begitu Hadirin. Jaga Pandangan Hadirin. Sekarang Maksiat mudah sekali. Kenapa Shalat tidak Khusyu’? Ya itu Matanya gak dijaga. Kenapa baca Al-Qur’an gak bisa lama? Karena Matanya gak dijaga. Jangan kagum sama yang belum Halal. Nafsu pasti mau lihat. Tolonglah Kaum Akhwat, kami ini Kaum Ikhwan lemah Iman. Berat Hidup kami. Kami teh baru Belajar, kalau banyak Godaan kamu jatuh bangun. Ikhwan ini belum jelas Kehidupannya. Boleh Perwakilan Laki-Laki meminta Kaum Akhwat Menutup Aurat. Kalau sudah Menutup Aurat Akhlaqnya harus disesuaikan. Jangan pakai Jilbab tapi Boncengan, Pacaran. Astaghfirullaah.
Kalau Ikhwan lihat Akhwat itu berat. Kalau Akhwat lihat Ikhwan gimana? Ngefek apa biasa aja? Biasa aja. Terus saya mau ngomong apa? Saya cuma mau mengingatkan bahwa yang bagus jadi Cobaan. Ini penting untuk dipahami bahwa bagus kalau belum Halal itu Ujian bagi kita.
ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺳَﻤِﻌَﺖْ ﺑِﻤَﻜْﺮِﻫِﻦَّ ﺃَﺭْﺳَﻠَﺖْ ﺇِﻟَﻴْﻬِﻦَّ ﻭَﺃَﻋْﺘَﺪَﺕْ ﻟَﻬُﻦَّ ﻣُﺘَّﻜَﺄً ﻭَﺁﺗَﺖْ ﻛُﻞَّ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٍ ﻣِﻨْﻬُﻦَّ ﺳِﻜِّﻴﻨًﺎ ﻭَﻗَﺎﻟَﺖِ ﺍﺧْﺮُﺝْ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻦَّ ۖ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺭَﺃَﻳْﻨَﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮْﻧَﻪُ ﻭَﻗَﻄَّﻌْﻦَ ﺃَﻳْﺪِﻳَﻬُﻦَّ ﻭَﻗُﻠْﻦَ ﺣَﺎﺵَ ﻟِﻠَّﻪِ ﻣَﺎ ﻫَٰﺬَﺍ ﺑَﺸَﺮًﺍ ﺇِﻥْ ﻫَٰﺬَﺍ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﻠَﻚٌ ﻛَﺮِﻳﻢٌ
“Maka tatkala Wanita itu (Zulaikha) Mendengar Cercaan mereka, diundangnyalah Wanita-Wanita itu dan disediakannya bagi mereka Tempat Duduk, dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebuah Pisau (untuk Memotong Jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf) : “Keluarlah (nampakkanlah dirimu) kepada mereka.” Maka tatkala Wanita-Wanita itu Melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan Rupa)nya, dan mereka melukai (Jari) tangannya dan berkata : “Maha Sempurna Allaah, ini bukanlah Manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah Malaikat yang Mulia.”
(Q.S. Yusuf : 31)
Jadi sebetulnya Siti Zulaikha Cakep, tapi Nabi Yusuf lebih Cakep. Bayangkan ini ngejar pas buka Pintu Suaminya ada di sana.
Jelas Ikhwan? Jelas. Terserah Akhwat mau ngaku mau enggak, saya tidak akan memaksa. Tapi percayalah bahwa Ujian Pandangan bukan untuk Lelaki saja, tapi juga Akhwat. Ini buktinya. Jaga Iklan di TV, itu bagaimana nanggung Dosanya? Jaga, setiap kali kita memuaskan Mata dengan Maksiat, maka akan Lahir Maksiat selanjutnya. Siksaan pertama kalau tidak Taubat adalah Takut Ketahuan orang, kemudian Lahir Maksiat berikutnya.
Lalu kalau kita melihat Kekurangan di dalam diri kita bagaimana? Jangan Minder. Ada Grup Penghafal Al-Qur’an, kita gak usah Minder. Setiap orang diberikan Kemampuan yang berbeda. Kita tidak usah menjadi Kecil Hati melihat Orang Pintar, kan Allaah punya cara sendiri menilai Hamba-Nya. Kalau Ikhlas diberikan Kebeningan Hati, diberikan Cinta kepada Al-Qur’an.
Bentuk Tubuh kita jangan dibandingkan, gak akan berubah juga. Warna Kulit kita kan Coklat, jangan berusaha jadi Putih. Rambut kita Hitam sudah jatahnya terima. Kalau Bule Rambutnya Pirang ya pantes. Yang udah Lurus gak usah dikeritingin, yang udah Keriting gak usah dilurusin. Yang penting Shaleh. Gak usah dioperasi pakai Plastik Bekas.
Udah Tua mah Tua aja, gak usah mau kelihatan Muda terus. Gak usah maksain diri Hadirin. Nikmatin. Ada Ibu-Ibu di sini? Jangan Takut jadi Tua, tahu kenapa? Karena sudah jadi. Terima. Yang Badannya Mungil terima. Saya juga Mungil. Asli loh Hadirin, gak usah ingin kelihatan Cakep, yang penting Shaleh/Shalehah.
Udah jangan Minder. Kalau ada Kekurangan versi kita kan Ciptaan Allaah Sempurna.
ﻟَﻘَﺪْ ﺧَﻠَﻘْﻨَﺎ ﺍﻟْﺈِﻧْﺴَﺎﻥَ ﻓِﻲ ﺃَﺣْﺴَﻦِ ﺗَﻘْﻮِﻳﻢٍ
“Sesungguhnya Kami telah Menciptakan Manusia dalam Bentuk yang Sebaik-Baiknya.”
(Q.S. At-Tin : 4)
Kalau ada yang Kurang bukan Cacat, mustahil Allaah Menciptakan Cacat. Semua pasti sudah sesuai Hitungan. Gimana Aa, Adik saya curang Cara Berpikirnya. Tenang aja nanti Allaah yang nanggung. Di Daarut Tauhiid ada Tuna Netra teh bisa ke mana-mana.
Sekali lagi jangan suka protes dengan Wajahnya. Udah terima, mau yang mana lagi? Kenapa ya Aa Hidung saya seperti ini? Udah cukup Alhamdulillaah. Setuju Hadirin? Olahraga yang Baik, dirawat. Syekh Ahmad Yasin sudah Sepuh, Lumpuh tapi disegani Lawan. Jangan sibuk dengan Casing, tapi Isi.
Bolehkah tampil Indah? Boleh sepanjang sesuai dengan Syari’at. Dah jangan Minder, tenang aja jangan ngebanding-bandingin, jangan ngerubah Wajah. Yang ada aja. Aa boleh gak pakai Bulu Mata Palsu? Jangan Hadirin, kecuali Pengantin Sehari mah gpp. Udah ah jangan ikut campur.
Lihat orang lain yang punya Kekurangan jangan Menghina, jangan Memandang dengan sebelah Mata. Bisa jadi itu Diskon Besar dari Allaah. Yang Lumpuh cari Kerjaan susah, Wudhu susah. Siapa yang ngurus Sepatu? Rendi. Rendi mau Wudhu aja susah, pasti Hitungannya beda. Mas Punto ini Matanya Tuna Netra dan Kakinya Lumpuh. Gimana mas Keadaannya dengan seperti ini? Lebih Nikmat. Gak kecewa? Tidak. Orang lain pada lari-lari. Karena semuanya sudah dicukupkan dengan Allaah. Sudah pernah ke Mekkah? Sudah. Ini kita belum. Itu gimana Mas naik Pesawat yang gak kelihatan. Ada Sahabat saya yang bantu. Alhamdulillaah ada Pendampingnya. Gimana itu Thawaf kan susah? Saya mengenakan Kursi Roda ada Pendampingnya.
ﻓَﺒِﺄَﻱِّ ﺁﻟَﺎﺀِ ﺭَﺑِّﻜُﻤَﺎ ﺗُﻜَﺬِّﺑَﺎﻥِ
“Maka Nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu Dustakan?” (Q.S. Ar-Rahman : 30)
Saya pernah mendengar penjelasan ada Ahlul Afiyah, ada Ahlul Musibah. Nanti saat Yaumil Hisab akan terlihat Keadilan Allaah. Subhanallah. Mas Punto bagaimana dengan Keadaan Masa Depan cemas tidak? Tidak. Tinggal di mana? Di Masjid ini di lantai 4. Bagaimana Makanannya? Makanan yang ngedatengin saya. Pernah gak selama Hidup Allaah lupa gak ngasih Makan? Selalu ada Rezekinya. Ih enak pisan, Alhamdulillaah. Gak usah ingin, tapi begitulah. Orang yang gak melihat apa yang Allaah berikan akan Menderita. Lihat apa yang sudah Allaah jamin. Ini Pakaian ada yang Nyetrikain? Iya.
Ini Hadirin Kajian Tauhiid, saya ngobrol begini untuk meyakinkan. Mas, gak Takut tentang situasi sekarang? Tidak terpikir Aa. Pilpres gimana? Sudah tertulis di Lauhul Mahfudz. Saya tahu apa yang Saudara Pikirkan. Saya mau kayak gitu tapi tetep melek. Apa yang Mas cemaskan? Sisa Umur ini tidak jadi Jalan dekat dengan Allaah. Maa Syaa Allaah. Cita-Citanya apa? Masuk Surga. Ketemu Bidadari. Kalau di Dunia gak dapet Akhwat, di Akhirat dapat Bidadari. Kalau Pikirannya udah Akhirat akak ringan, kalau Pikirannya udah Duniawi akan Menderita.
Jadi jangan Meremehkan karena bisa jadi Penggugur Dosanya banyak. Ngelamar Kerja susah, ditolak. Ngaca dong elu. Saya sebelum ke sini Ngaca. Kami tidak bisa menerima Suami seperti kamu. Itu kan dicatat oleh Allaah. Semua ada Perhitungannya di sisi Allaah. Sudah jangan pernah Meremehkan orang. Sepakat? Sepakat.
Lihat ada Kelebihan jangan Sombong, lihat yang ada Kekurangan jangan Minder. Allaah berbuat apapun terhadap Tubuh kita harus Ridha. Ini bukan punya kita. Kalau lihat Tubuh ingat Allaah.
ﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﻧَﺨْﺘِﻢُ ﻋَﻠَﻰٰ ﺃَﻓْﻮَﺍﻫِﻬِﻢْ ﻭَﺗُﻜَﻠِّﻤُﻨَﺎ ﺃَﻳْﺪِﻳﻬِﻢْ ﻭَﺗَﺸْﻬَﺪُ ﺃَﺭْﺟُﻠُﻬُﻢْ ﺑِﻤَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻜْﺴِﺒُﻮﻥَ
“Pada Hari ini Kami tutup Mulut mereka; dan Berkatalah kepada Kami Tangan mereka dan memberi kesaksianlah Kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.”
(Q.S. Yaasiiin : 65)
Dia nanti akan Bersaksi. Nah begitulah Hadirin. Sekarang lihat diri. Orang Afrika Ciptaan siapa? Allaah. Orang Jepang Ciptaan siapa? Allaah. Orang Amerika Ciptaan siapa? Allaah. Allaah yang Menciptakan Orang-Orang itu Lahir di sana dengan Warna Kulit seperti itu. Kalau ke Makhluk ya mesti kagum dengan Allaah.
Saya beberapa Hari ini lihat Khabib. Itu diberikan oleh Allaah Kekuatan Fisik, padahal Ototnya biasa aja. 27X Menang terus, kalau Menang bilang saya gak ada apa-apanya. Alhamdulillaah. Lihat Komentarnya di Youtube banyak yang mau Belajar Islam.
Termasuk Hadirin ketika Pemeriksaan di Imigrasi Dzikir Hadirin. Jadikan Ladang Dakwah. Kalau diperiksa ya gpp, emang tugasnya gitu. Saya Abdullah Gymnastiar, pas buka di Facebook pakai Sorban dicurigai. Nanti yang membolak-balik Hati Allaah. Ngelihat Dosen jangan nyebut The Kill. Di Shalatin Dosennya. Mahasiswa Dosanya melimpah. Pas Wisuda keren pakai Toga padahal semala Kuliah Dosanya banyak. Coba sekarang Wisuda TK dan Kuliah sama Seragamnya, yang membedakan kalau TK gak ada Dosanya. Aslinya Wisuda mah Taubat, tapi mah jarang yang kayak gitu.
Lihat Pedagang, Pembeli itu Allaah yang Menciptakan. Gak semua Pembeli bawa Rizki kita, tapi Ladang Amal kita. Kalau kita Sedekah yang duluan nerima itu Allaah. Ya Allaah ini Pedagang Shaleh, saya dikasih Uang, jadikan Hafidz Qur’an. Boleh jadi Sekilo Jeruk jadi Hafidz. Jangan nanggung kalau nyari Ridha Allaah.
Kalau Naksir jangan pinjem Jaket, bisa jadi Jaketnya pinjem ke Kakaknya. Masih ingat yang jual Bunga? Ceritakan jangan? Awas yang sudah tahu diam. Jadi ada Pemuda sudah punya Calon, sambil mau ke Rumah Calonnya dia beli Bunga. Buat siapa? Buat Calon. Beli satu lagi. Buat siapa? Buat Adiknya, Manis. Ih satu lagi. Buat siapa lagi? Ibunya juga Manis. 3 dia beli coba itu. Sampai ke sana dia kasih aja, sambil nunggu Bapaknya. Pas dateng Bapaknya Do’a lama. Ya Neng saya gak nyangka ternyata Bapaknya Tukang Kembang. Ya Istrinya, Anaknya ditaksir. Yang gak Ketawa perlu Waktu. Bukankah sudah dijelaskan dari awal kalau setiap orang perlu Proses. Yang sudah tahu pasti susah berhentinya mikirin gimana nyari Jalan Keluar.
Hadirin, gak usah Rekayasa, lempeng aja. Tapi Orang Tuanya gak suka sama saya. Berarti belum Jodoh. Kalau Jodoh akan Allaah bolak-balikkan Hati. Termasuk Suami gak usah Akting jadi Suami Teladan, yang penting jadi Suami yang Lurus. Seperti Cerita Singa. Jangan paksa saya ceritakan ini. Jangan belum Nikah jadi Singa, pas Nikah jadi Kucing. Istri Baik mah Baik aja supaya Allaah suka, gak bisa kita ngebolak-balikkan Hati siapapun.
Menjelang Pemilu gak usah Licik. Yang menentukan Allaah. Dengan segala Daya, Media, Strategi tetep Allaah yang menentukan.
ﻗُﻞِ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻣَﺎﻟِﻚَ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚِ ﺗُﺆْﺗِﻲ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚَ ﻣَﻦْ ﺗَﺸَﺎﺀُ ﻭَﺗَﻨْﺰِﻉُ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚَ ﻣِﻤَّﻦْ ﺗَﺸَﺎﺀُ ﻭَﺗُﻌِﺰُّ ﻣَﻦْ ﺗَﺸَﺎﺀُ ﻭَﺗُﺬِﻝُّ ﻣَﻦْ ﺗَﺸَﺎﺀُ ۖ ﺑِﻴَﺪِﻙَ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮُ ۖ ﺇِﻧَّﻚَ ﻋَﻠَﻰٰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳﺮٌ
“Katakanlah : “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan Kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut Kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau Muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau Hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala Kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
(Q.S. Ali-Imran : 26)
Yang Licik belum tentu jadi, Dosanya pasti. Allaah tahu setiap Hati, Allaah tahu apa yang terjadi. Kalau kita bisa konsisten saja kalau bikin Dosa lupa kalau Allaah Melihat. Hidup mah lempeng aja, apa yang Allaah sukai lakukan, apa yang Allaah gak suka jauhkan. Walaupun gak sesederhana Ceramah ini. Saya aja jatuh bangun buat Taat, menjauhi Maksiat. Gimana Aa kalau difitnah? Jelaskan. Saya gak ngambil disuruh ngaku. Jangan ngaku. Entar dipecat Aa? Gpp. Udah ah segitu.
Alhamdulillaah Kawan-Kawan terima kasih. Jangan terpancing dengan Situasi Politik yang membuat kita kehilangan Kejernihan Pikir. Secara Duniawi saya cukup Cemas karena masih lama. Ini masih lama aja udah ada yang gak Jernih. Jangan kepancing. Saya punya Pilihan, Saudara juga punya Piihan. Gak boleh lihat yang gak didukung kayak Musuh, dan yang didukung kayak Malaikat. Semuanya mau berbuat baik untuk Negeri, cuma dasar Pemikirannya yang berbeda. Jangan sampai kehilangan Kewarasan. Apa bedanya kalau kita gak bisa Berpikir Jernih? Pilpres udah sering teh begini-begini aja. Tentang BBM naik ya naik Sepeda.
Demikian Hadirin sekalian, kita akan tutup Perjumpaan kali ini. Pejamkan Mata dan Acungkan yang sudah 1 Juz? Sudah buka kembali Mata. Kita baca Q.S. Al-Fatihah, Ayat Kursi, Q.S Al-Ikhlas, Q.S. Al-Falaq, Q.S. An-Naas sambil Berwakaf.
بِسْمِ اللهِ الرَّحمنِ الرَّحِيْم (1) أَلحَمدُ لِلّه رَبِّ العَالَمِين (2) ألرَّحمَنِ الرَّحِيم (3) مالِكِ يَوْمِ الدِين (4) إيّاكَ نَعبُدُ وَ إيّاكَ نَستعِين (5) إهدِنَا الصِّرَاط المُستَقِيم (6) صِرَاطَ الَذِينَ أنعَمتَ عَليْهِمَ، غَيْرِالمَغضُوبِ عَليْهِم وَلاَالضَّالِّين (7)
(Q.S. Al-Fatihah)
ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﺎ ﺇِﻟَٰﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﺤَﻲُّ ﺍﻟْﻘَﻴُّﻮﻡُ ۚ ﻟَﺎ ﺗَﺄْﺧُﺬُﻩُ ﺳِﻨَﺔٌ ﻭَﻟَﺎ ﻧَﻮْﻡٌ ۚ ﻟَﻪُ ﻣَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﻣَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ۗ ﻣَﻦْ ﺫَﺍ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳَﺸْﻔَﻊُ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﺇِﻟَّﺎ ﺑِﺈِﺫْﻧِﻪِ ۚ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻣَﺎ ﺑَﻴْﻦَ ﺃَﻳْﺪِﻳﻬِﻢْ ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠْﻔَﻬُﻢْ ۖ ﻭَﻟَﺎ ﻳُﺤِﻴﻄُﻮﻥَ ﺑِﺸَﻲْﺀٍ ﻣِﻦْ ﻋِﻠْﻤِﻪِ ﺇِﻟَّﺎ ﺑِﻤَﺎ ﺷَﺎﺀَ ۚ ﻭَﺳِﻊَ ﻛُﺮْﺳِﻴُّﻪُ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽَ ۖ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺌُﻮﺩُﻩُ ﺣِﻔْﻈُﻬُﻤَﺎ ۚ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟْﻌَﻠِﻲُّ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴﻢُ
(Q.S. Al-Baqarah : 255)
بِسْمِ اللهِ الرَّحمنِ الرَّحِيْم
ﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﺣَﺪٌ (1) ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟﺼَّﻤَﺪُ (2) ﻟَﻢْ ﻳَﻠِﺪْ ﻭَﻟَﻢْ ﻳُﻮﻟَﺪْ (3)
ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦ ﻟَّﻪُ ﻛُﻔُﻮًﺍ ﺃَﺣَﺪٌ (4)
(Q.S. Al-Ikhlas)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
ﻗُﻞْ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﺮَﺏِّ ﺍﻟْﻔَﻠَﻖِ (1) ﻣِﻦ ﺷَﺮِّ ﻣَﺎ ﺧَﻠَﻖَ (2) ﻭَﻣِﻦ ﺷَﺮِّ ﻏَﺎﺳِﻖٍ ﺇِﺫَﺍ ﻭَﻗَﺐَ (3) ﻭَﻣِﻦ ﺷَﺮِّ ﺍﻟﻨَّﻔّٰﺜٰﺖِ ﻓِﻰ ﺍﻟْﻌُﻘَﺪِ (4) ﻭَﻣِﻦ ﺷَﺮِّ ﺣَﺎﺳِﺪٍ ﺇِﺫَﺍ ﺣَﺴَﺪَ (5)
(Q. S. Al-Falaq)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
ﻗُﻞْ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﺮَﺏِّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ (1) ﻣَﻠِﻚِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ (2) ﺇِﻟَـٰﻪِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ (3) ﻣِﻦ ﺷَﺮِّ ﺍﻟْﻮَﺳْﻮَﺍﺱِ ﺍﻟْﺨَﻨَّﺎﺱِ (4) ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳُﻮَﺳْﻮِﺱُ ﻓِﻲ ﺻُﺪُﻭﺭِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ (5) ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠِﻨَّﺔِ ﻭَﺍﻟﻨَّﺎﺱِ (6)
(Q.S. An-Naas)
Terima Kasih Hadirin, mari kita akhiri dengan membaca Do’a Kafaratul Majelis.
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
ﻭَ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ
Notulen: Aditya Raharjo (Sahabat ASIK Jakarta)
#Ikhtisar
#KajianMa’rifatullaah
#DaarutTauhiidBandung
#ManajemenMasjidDaarutTauhiidBandung
#MQTV
#PecintaKajian/MajelisIlmu

KAJIAN RIYADHUSSHOLIHIN

📚Riyadhussholihin
Bab 1⃣6⃣9⃣
________
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله و باركاته
الحمد لله والصلة والسلم على رسولله
______________
*Riyadhus Shalihin Bab 169. Menolong Kawan*

Oct 16, 2018 By admin Comments Off

Dalam bab ini ada beberapa hadits yang banyak sekali dan sudah terdahulu uraiannya, seperti hadits -yang artinya-: “Dan Allah itu selalu memberikan pertolongan kepada hambaNya, selama hamba itu memberikan pertolongan kepada saudaranya,” lihat hadits no.245 -dan juga seperti hadits yang artinya-: “Setiap perbuatan baik itu adalah sedekah,” lihat hadits no.134, dan hadits lainnya yang menyerupainya.

وعن أَبي سعيدٍ الخُدْريِّ رَضيَ اللَّه عنه قال : بينما نَحْنُ في سَفَرٍ إِذ جَاءَ رَجُلٌ على رَاحِلةٍ لهُ ، فَجعَلَ يَصْرِفُ بَصَرهُ يَمِيناً وَشِمَالاً ، فقال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «مَنْ كَانَ مَعَهُ فَضْلُ ظَهرٍ ، فَلْيعُدْ بِهِ على منْ لا ظَهر له ، ومَنْ كانَ له فَضلُ زَادٍ ، فَلْيَعُدْ بِهِ عَلى مَنْ لا زَادَ له » فَذَكَرَ مِنْ أَصْنافِ المال ما ذَكَرَهُ ، حَتى رَأَينَا أَنَّهُ لا حقَّ لأحَدٍ منا في فضْلٍ . رواه مسلم .

966. Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu anhu, katanya: “Pada suatu ketika kita sedang berpergian, tiba-tiba datanglah seorang lelaki yang naik di atas kendaraannya, lalu ia menolehkan pandangannya kesebelah kanan dan kiri. Kemudian Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: “Barangsiapa yang kelebihan kendaraan, maka hendaklah mempereratkan persaudaraan kepada orang yang tidak mempunyai kendaraan dan barangsiapa yang mempunyai kelebihan bekal, maka hendaklah ia mempereratkan persaudaraan kepada orang yang tidak mempunyai bekal lagi.” Selanjutnya beliau shalallahu alaihi wasalam menyebutkan berbagai macam harta sekehendak yang beliau sebutkan, sehingga kita semua meyakinkan bahwasanya siapapun juga di kalangan kita itu tidak mempunyai hak terhadap apa-apa yang sudah kelebihan dari yang diperlukan. (Riwayat Muslim)

وعنْ جابرٍ رضيَ اللَّه عنهُ ، عَنْ رسول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَنَّه أَرادَ أَنْ يَغْزُوَ فقال: يا معْشَرَ المُهَاجِرِينَ والأنصارِ ، إِنَّ مِنْ إخوَنِكُم قَوْماً ، ليْس لهمْ مَالٌ ، وَلا عشِيرَةٌ ، فَلْيَصُمَّ أَحَدكم إِليْهِ الرَجُلَيْنِ أَوِ الثَّلاثَةَ ، فما لأحدِنَا منْ ظهرٍ يحْمِلُهُ إلا عُقبَةٌ يعْني كَعُقْبَةٍ أَحَدهمْ، قال : فَضَممْتُ إليَّ اثْنَيْينِ أَو ثَلاثَةً ما لي إلا عُقبةٌ كعقبَةِ أَحَدِهمْ مِنْ جَملي . رواه أبو داود.

967. Dari Jabir radhiyallahu anhu dari Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bahwasanya beliau hendak berangkat berperang, lalu bersabda: Hai sekalian kaum Muhajirin dan Anshar, sesungguhnya diantara saudara-saudaramu ini ada suatu kaum yang mereka itu tidak mempunyai harta dan pula tidak mempunyai keluarga, maka dari itu seorang diantara engkau semua hendaklah menggabungkan pada dirinya dua orang atau tiga orang lagi -maksudnya yang tidak mampu itu diberi segala pembiayaannya dalam peperangan-. Maka tiada seorangpun dari kita yang mempunyai kendaraan yang dapat digunakan untuk membawanya -yakni untuk dinaikinya dalam perjalanan-, melainkan sama gilirannya seperti giliran yang lain -jadi kalau yang mempunyai kendaraan itu naik selama sejam, maka orang miskin yang digabungkan itupun dapat menaiki selama sejam pula-. Jabir berkata: “Saya menggabungkan pada diriku sebanyak dua atau tiga orang. Jadi gilirannya naik untaku tiada lain kecuali sama antara giliran yang satu dengan orang lain. (Riwayat Abu Dawud)

وعنه قال : كانَ رسول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَتَخلَّف في المسِيرِ فَيُزْجِي الضَّعيف ويُرْدفُ ويدْعُو له .. رواه أبو داود بإِسناد حسن .

968. Dari Jabir radhiyallahu anhu pula, katanya: “Rasulullah shalallahu alaihi wasalam selalu membelakang di waktu dalam perjalanan, maka beliau membimbing orang yang lemah dan menaikkan di belakangnya -dalam kendaraan yang dinaikinya-, juga mendoakan padanya.” Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad hasan.

Wallahu a’lam

IKHTISAR KAJIAN

💕 Ikhtisar Kajian Rutin 💕

Tema :
“Peran Pemuda dalam Kebangkitan Islam”

Bersama :
👳 Syekh Ahmad Al-Misry
(Ulama dari Mesir)

🏣 Bertempat di Masjid Permata Qalbu,
Perumahan Permata Mediterania,
Jalan Ruby Garden Raya, Pos
Pengumben, Jakarta Barat

👳 Syekh Ahmad Al-Misry
(Ulama dari Mesir)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Para Jama’ah yang dirahmati Allaah, Uhibbukum Jami’an Fillah, saya Mencintai kalian semua karena Allaah. Semoga Allaah senantiasa Pertemukan kita di Dunia dalam Taat, dan di Akhirat di Surga-Nya. Aamiin.

In Syaa Allaah Malam ini Pembahasan kita seputar Pemuda, peran mereka dalam Kebangkitan Islam. Pemuda merupakan Harapan Negara, Buah dari Cita-Cita Kebangkitan Ummat. Semua Keberkahan Pertolongan Allaah karena Energi dan Usaha Pemuda dalam Islam.

Ketika menjalankan Kewajiban bersama-sama mereka dalam Didikan yang baik, Akhlaq yang baik, maka kita akan membangun Perasaan yang baik bersama Pemuda, melindungi Negara masing-masing. Mengeluarkan Harta Karun yang ada dalam Negeri, karena Kecerdasan mereka bisa Memakmurkan Negerinya jika diberi Kesempatan. Kalau kita meremehkan Pemuda, maka Negeri akan hancur. Orang Tua sudah tidak memiliki Energi sebagaimana Anak-Anak Muda.

Kemudian mereka memanfaatkan Sumber Daya Alamnya dan menghilangkan berbagai Rintangan dan Halangan. Pemuda adalah Tonggak Kebangkita. Pemuda dalam Tubuh Ummat adalah Sumber Kekuatannya, Pembuat Kemuliaannya, Arsitek Kehidupannya, tanda menuju Masa Depannya, karena mereka memiliki Potensi dan Kekuatan, memiliki banyak Waktu dan Keinginan.

Jangan sekali-kali Meremehkan Anak kita, kalau mereka memiliki Pendapat biarkan mereka mengungkapkannya. Pemuda yang memiliki Kesempatan Besar untuk mendapatkan Pekerjaan dan Amal yang sesuai dengan Keinginan mereka, ketika Para Pemilik Ide diberikan Kesempatan akan berbuah. Pemikiran Anak Muda dan Orang Tua akan berbeda.

Ibnu Abbas Radhiyallaahu ‘Anhu berkata :
“Tidaklah Allaah memberikan kepada seorang Hamba Ilmu Pengetahuan kecuali kepada Para Pemuda, karena banyak Kelebihan dan Kebaikan yang terdapat di dalamnya.”

Kemudian Beliau membaca Firman Allaah Subhaanahu Wa Ta’aala :

ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺳَﻤِﻌْﻨَﺎ ﻓَﺘًﻰ ﻳَﺬْﻛُﺮُﻫُﻢْ ﻳُﻘَﺎﻝُ ﻟَﻪُ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢُ

“Mereka berkata : “Kami dengar ada seorang Pemuda yang Mencela Berhala-Berhala ini
yang bernama Ibrahim.” (Q.S. Al-Anbiya : 60)

Nabi Ibrahim ‘Alaihis Sallam menghancurkan Berhala-Berhala itu dan menyisakan satu, Alat untuk Merusaknya ditaruh ke Berhala yang tinggal satu. Lalu ditanya siapa yang melakukan itu? Aku dengar ada Anak Muda yang bernama Ibrahim melakukan itu.

Di Zaman Jahiliyah ada sekitar 360 Berhala dan dihancurkan oleh Nabi saat Fathul Makkah. Sampai ada yang membuat Berhala dari Kurma.

ﻧَﺤْﻦُ ﻧَﻘُﺺُّ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﻧَﺒَﺄَﻫُﻢْ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ۚ ﺇِﻧَّﻬُﻢْ ﻓِﺘْﻴَﺔٌ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺑِﺮَﺑِّﻬِﻢْ ﻭَﺯِﺩْﻧَﺎﻫُﻢْ ﻫُﺪًﻯ

“Kami Kisahkan kepadamu (Muhammad) Cerita ini dengan Benar. Sesungguhnya mereka adalah Pemuda-Pemuda yang Beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka Petunjuk.” (Q.S. Al-Kahfi : 13)

Coba perhatikan Kisah Ashabul Kahfi dalam Surah Al-Kahfi. Mereka terjaga walau Anak-Anak Muda. Nanti kita akan bahas Kisahnya. Mereka bersembunyi dalam Gua selama 309 Tahun. Mereka serasa Sehari di sana.

Kata ‘Ulama di Alam Barzah itu serasa Shalat 2 Raka’at. Kata seorang Kyai itu Kuburannya gak pernah sepi. Gak ada Urusan kan yang ditanya yang bawah. Dia bilang kalau ditanya Malaikat saya Pengikut K.H. Hasyim Asyari. Kalau saya ditanya begitu akan jawab Pengikut Rasulullaah Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallaam. Ditanya itu siapa Tuhanmu, bukan ditanya Pengikut siapa? Jawabannya Bahasa Arab atau bukan saya tidak tahu karena belum pernah masuk ke sana. Kalau ada yang duluan ke sana kasih tahu dalam Mimpi ke salah satu Jama’ah ya.

Kalau orang lancar menjawab Pertanyaan Malaikat akan dikasih lihat Tempatnya di Surga. Kalau Orang Kafir diperlihatkan Tempatnya di Neraka. Bagi Orang Beriman serasa 2 Raka’at. Kubur itu Taman Surga bagi Orang Beriman.

Orang Ashabul Kahfi itu Pikirannya dia hanya Tidur beberapa saat. Kemudian Allaah bebicara tentang Nabi Yahya ‘Alaihis Sallam. Allaah mengabarkan Kabar Gembira kepada Nabi Zakaria dengan Kelahiran Nabi Yahya ‘Alaihis Sallam, dan Allaah yang menamakan demikian. Kenapa Allaah menamakan Nabi Yahya? Karena Yahya artinya Hidup.

ﻳَﺎ ﻳَﺤْﻴَﻰٰ ﺧُﺬِ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﺑِﻘُﻮَّﺓٍ ۖ ﻭَﺁﺗَﻴْﻨَﺎﻩُ ﺍﻟْﺤُﻜْﻢَ ﺻَﺒِﻴًّﺎ

“Hai Yahya, ambillah Al-Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan Kami berikan kepadanya Hikmah selagi ia masih Kanak-Kanak.” (Q.S. Maryam : 12)

Pemuda adalah seseorang yamg Umurnya di bawah 25 Tahun, namun dia memiliki Kehebatan sendiri.

Dr. Yusuf Qardhawi mengatakan :
“Ibarat Matahari, maka Usia Muda ibarat Jam 12 ketika Matahari Bersinar paling Terang dan paling Panas.”

Peranan Pemuda dalam Islam :

1. Sebagai Generasi Penerus.

Pemuda menggantikan orang-orang yang sudah rusak Karakternya dan Berpegang Teguh pada Islam untuk mewujudkan Kemuliaan.

2. Sebagai Generasi Pengganti.

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻣَﻦْ ﻳَﺮْﺗَﺪَّ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻋَﻦْ ﺩِﻳﻨِﻪِ ﻓَﺴَﻮْﻑَ ﻳَﺄْﺗِﻲ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻘَﻮْﻡٍ ﻳُﺤِﺒُّﻬُﻢْ ﻭَﻳُﺤِﺒُّﻮﻧَﻪُ ﺃَﺫِﻟَّﺔٍ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺃَﻋِﺰَّﺓٍ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮِﻳﻦَ ﻳُﺠَﺎﻫِﺪُﻭﻥَ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺨَﺎﻓُﻮﻥَ ﻟَﻮْﻣَﺔَ ﻟَﺎﺋِﻢٍ ۚ ﺫَٰﻟِﻚَ ﻓَﻀْﻞُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻳُﺆْﺗِﻴﻪِ ﻣَﻦْ ﻳَﺸَﺎﺀُ ۚ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺍﺳِﻊٌ ﻋَﻠِﻴﻢٌ

“Hai Orang-Orang yang Beriman, barang siapa di antara kamu yang Murtad dari Agamanya, maka kelak Allaah akan mendatangkan suatu Kaum yang Allaah Mencintai mereka dan merekapun Mencintai-Nya, yang bersikap Lemah Lembut terhadap Orang yang Mukmin, yang bersikap keras terhadap Orang-Orang Kafir, yang Berjihad di Jalan Allaah, dan yang tidak Takut kepada Celaan orang yang suka Mencela. Itulah Karunia Allaah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allaah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-Maidah : 54)

3. Sebagai Agen Pembaharu

Pemuda memperbaiki Kerusakan yang ada yang Menghambat Kemajuan Islam

ﺇِﺫْ ﻗَﺎﻝَ ﻟِﺄَﺑِﻴﻪِ ﻳَﺎ ﺃَﺑَﺖِ ﻟِﻢَ ﺗَﻌْﺒُﺪُ ﻣَﺎ ﻟَﺎ ﻳَﺴْﻤَﻊُ ﻭَﻟَﺎ ﻳُﺒْﺼِﺮُ ﻭَﻟَﺎ ﻳُﻐْﻨِﻲ ﻋَﻨْﻚَ ﺷَﻴْﺌًﺎ

“Ingatlah ketika ia berkata kepada Bapaknya; “Wahai Bapakku, mengapa kamu Menyembah sesuatu yang tidak Mendengar, tidak Melihat dan tidak dapat Menolong kamu sedikitpun?”
(Q.S. Maryam : 42)

Keistimewaan Pemuda :

1. Karena Pemuda selalu menyeru kepada
Al-Haq.

ﻭَﻣِﻤَّﻦْ ﺧَﻠَﻘْﻨَﺎ ﺃُﻣَّﺔٌ ﻳَﻬْﺪُﻭﻥَ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ﻭَﺑِﻪِ ﻳَﻌْﺪِﻟُﻮﻥَ

“Dan di antara Orang-Orang yang Kami ciptakan ada Ummat yang memberi Petunjuk dengan Hak, dan dengan yang Hak itu (pula) mereka menjalankan Keadilan.” (Q.S. Al-A’raf : 181)

2. Pemuda Mencintai Allaah.

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻣَﻦْ ﻳَﺮْﺗَﺪَّ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻋَﻦْ ﺩِﻳﻨِﻪِ ﻓَﺴَﻮْﻑَ ﻳَﺄْﺗِﻲ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻘَﻮْﻡٍ ﻳُﺤِﺒُّﻬُﻢْ ﻭَﻳُﺤِﺒُّﻮﻧَﻪُ ﺃَﺫِﻟَّﺔٍ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺃَﻋِﺰَّﺓٍ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮِﻳﻦَ ﻳُﺠَﺎﻫِﺪُﻭﻥَ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺨَﺎﻓُﻮﻥَ ﻟَﻮْﻣَﺔَ ﻟَﺎﺋِﻢٍ ۚ ﺫَٰﻟِﻚَ ﻓَﻀْﻞُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻳُﺆْﺗِﻴﻪِ ﻣَﻦْ ﻳَﺸَﺎﺀُ ۚ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺍﺳِﻊٌ ﻋَﻠِﻴﻢٌ

“Hai Orang-Orang yang Beriman, barang siapa di antara kamu yang Murtad dari Agamanya, maka kelak Allaah akan mendatangkan suatu Kaum yang Allaah Mencintai mereka dan merekapun Mencintai-Nya, yang bersikap Lemah Lembut terhadap Orang yang Mukmin, yang bersikap keras terhadap Orang-Orang Kafir, yang Berjihad di Jalan Allaah, dan yang tidak Takut kepada Celaan orang yang suka Mencela. Itulah Karunia Allaah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allaah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-Maidah : 54)

3. Pemuda adalah Para Pemuda yang
memenuhi Janjinya kepada Allaah.

ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﻮﻓُﻮﻥَ ﺑِﻌَﻬْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﻨْﻘُﻀُﻮﻥَ ﺍﻟْﻤِﻴﺜَﺎﻕَ

“(Yaitu) Orang-Orang yang Memenuhi Janji Allaah dan tidak Merusak Perjanjian.”
(Q.S. Ar-Ra’d : 20)

Pemuda terbagi 3 :

1. Pemuda yang Istiqamah.

Pemuda yang Beriman kepada Allaah Subhaanahu Wa Ta’aala dan Rasul-Nya.

2. Pemuda yang Menyimpang.

Pemuda yang Aqidahnya Buruk, Perilakunya Buruk, tertipu dengan dirinya sendiri dan hanyut dalam Hawa Nafsu.

3. Pemuda yang gak jelas.

Pemuda yang terombang-ambing, sedang berada dalam Persimpangan Jalan.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan Pemuda :

1. Pemuda harus Berdakwah kepada Allaah
dan memberikan Edukasi kepada
Masyarakat.

ﻭَﻟْﺘَﻜُﻦْ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﺃُﻣَّﺔٌ ﻳَﺪْﻋُﻮﻥَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻭَﻳَﺄْﻣُﺮُﻭﻥَ ﺑِﺎﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ ﻭَﻳَﻨْﻬَﻮْﻥَ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻤُﻨْﻜَﺮِ ۚ ﻭَﺃُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟْﻤُﻔْﻠِﺤُﻮﻥَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu Segolongan Ummat yang Menyeru kepada Kebajikan, Menyuruh kepada yang Ma’ruf dan Mencegah dari yang Munkar; merekalah
Orang-Orang yang Beruntung.”
(Q.S. Ali-Imran : 104)

2. Pemuda harus Bersabar atas Gangguan
Masyarakat.

ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻲَّ ﺃَﻗِﻢِ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻭَﺃْﻣُﺮْ ﺑِﺎﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ ﻭَﺍﻧْﻪَ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻤُﻨْﻜَﺮِ ﻭَﺍﺻْﺒِﺮْ ﻋَﻠَﻰٰ ﻣَﺎ ﺃَﺻَﺎﺑَﻚَ ۖ ﺇِﻥَّ ﺫَٰﻟِﻚَ ﻣِﻦْ ﻋَﺰْﻡِ ﺍﻟْﺄُﻣُﻮﺭِ

“Hai Anakku, dirikanlah Shalat dan suruhlah (Manusia) Mengerjakan yang Baik dan cegahlah (mereka) dari Perbuatan yang Mungkar dan Bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allaah).” (Q.S. Luqman : 17)

Setan itu gampang menggoda Manusia. Pemuda itu gampang digoda, bisa dimulai dari Status Media Sosial. Dalam mengajak orang kepada Kebaikan pasti ada Gangguannya, maka kita harus Bersabar. Nabi ngajak orang lain dalam Kebaikan banyak yang menolak.

3. Pemuda harus Mentaati Perintah dan
menjauhi Larangan.

Dari Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘Anhu, dari Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam, Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲْ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ : ﺳَﺒْﻌَﺔٌ ﻳُﻈِﻠُّﻬُﻢُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻲْ ﻇِﻠِّﻪِ ﻳَﻮْﻡَ ﻟَﺎ ﻇِﻞَّ ﺇِﻟَّﺎ ﻇِﻠُّﻪُ : ﺍَﻟْﺈِﻣَﺎﻡُ ﺍﻟْﻌَﺎﺩِﻝُ، ﻭَﺷَﺎﺏٌّ ﻧَﺸَﺄَ ﺑِﻌِﺒَﺎﺩَﺓِ ﺍﻟﻠﻪِ ، ﻭَﺭَﺟُﻞٌ ﻗَﻠْﺒُﻪُ ﻣُﻌَﻠَّﻖٌ ﻓِﻲ ﺍﻟْـﻤَﺴَﺎﺟِﺪِ ، ﻭَﺭَﺟُﻠَﺎﻥِ ﺗَﺤَﺎﺑَّﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍِﺟْﺘَﻤَﻌَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺗَﻔَﺮَّﻗَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ، ﻭَﺭَﺟُﻞٌ ﺩَﻋَﺘْﻪُ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٌ ﺫَﺍﺕُ ﻣَﻨْﺼِﺐٍ ﻭَﺟَﻤَﺎﻝٍ ، ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﺇِﻧِّﻲْ ﺃَﺧَﺎﻑُ ﺍﻟﻠﻪَ ، ﻭَﺭَﺟُﻞٌ ﺗَﺼَﺪَّﻕَ ﺑِﺼَﺪَﻗَﺔٍ ﻓَﺄَﺧْﻔَﺎﻫَﺎ ﺣَﺘَّﻰ ﻟَﺎ ﺗَﻌْﻠَﻢَ ﺷِﻤَﺎﻟُﻪُ ﻣَﺎ ﺗُﻨْﻔِﻖُ ﻳَﻤِﻴْﻨُﻪُ ، ﻭَﺭَﺟُﻞٌ ﺫَﻛَﺮَ ﺍﻟﻠﻪَ ﺧَﺎﻟِﻴًﺎ ﻓَﻔَﺎﺿَﺖْ ﻋَﻴْﻨَﺎﻩُ

“Tujuh Golongan yang dinaungi Allaah dalam Naungan-Nya pada hari di mana tidak ada Naungan kecuali Naungan-Nya :
1) Imam yang Adil,
2) Seorang Pemuda yang Tumbuh Dewasa
dalam Beribadah kepada Allaah,
3) Seorang yang Hatinya Bergantung ke
Masjid,
4) Dua Orang yang saling Mencintai di Jalan
Allaah, keduanya Berkumpul karena-Nya
dan Berpisah karena-Nya,
5) Seorang Laki-Laki yang diajak Berzina
oleh seorang Wanita yang mempunyai
Kedudukan lagi Cantik, lalu ia berkata,
Sesungguhnya aku Takut kepada Allaah,
6) Seseorang yang Bershadaqah dengan
satu Shadaqah lalu ia
menyembunyikannya sehingga Tangan
Kirinya tidak tahu apa yang Diinfaqkan
Tangan Kanannya,
7) Seseorang yang Berdzikir kepada Allaah
dalam Keadaan Sepi lalu ia Meneteskan
Air Matanya.”
(HR. Muslim No. 1031)

4. Pemuda harus berkumpul (dekat) dengan
Para Ulama Terpercaya.

5. Pemuda harus Tazkiyatun Nufus
(Mensucikan Jiwa).

6. Pemuda harus menjadi Teladan yang baik
bagi Masyarakat.

7. Pemuda harus bangga dengan Agamanya
dan tidak mengikuti Orang-Orang Kafir.

Kadang-kadang Anak Muda Zaman Now lebih bangga dengan Budaya Orang Kafir dibandingkan dengan Agamanya sendiri. Kalau Anak Muda misalkan ke Mall, saat Adzan jangan malu untuk ke Mushalla.

8. Pemuda harus Berjihad dan Mengorbankan
Jiwa di Jalan Allaah Ta’aala.

Pemuda Mengorbankan semua untuk hadir di Majelis Ilmu, maka semuanya mendapatkan Pahala.

Mudah-mudahan ke depan banyak Perubahan, dan Anak-Anak Muda bisa jadi Penerus Generasi sekarang.

وَاللّهُ أعلَم بِالصَّوَاب

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ

ﻭَ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ

Notulen: Aditya Raharjo (Sahabat ASIK, Jakarta)

#Ikhtisar
#KajianSeninMalam
#DewanKemakmuranMasjidPermataQalbu
#PecintaKajian/MajelisIlmu
#SemakinBaikDiBulanYangBaik
#Berilmu&Beramal
#MajelisIlmu
#ShafarIsComing
#ShafarIsGood
#KemuliaanShafar
#SpiritofShafar
#AmazingShafar
#BelajarTerus
#BekalAkhirat
#FastabiqulKhairat
#WayusariunaFilKhairat
#YukNgaji
#SempetinNgaji
#Mahabbah
#MoodBooster
#AhlulKhidmah
#BerkumpulDenganOrangShaleh
#MenuntutIlmuSesuaiSunnahRasul
#KebangkitanIslamBerawalDariMasjid
#GenerasiRabbaniCintaQur‘an
#GenerasiRabbaniCintaMasjid
#BackToMasjid
#TurnBackQur‘an
#TurnBackJama‘ah
#Spirit212
#SpiritBerjama’ah
#SedekahBerjama’ah
#UkhuwahIslamiyah
#KeepIstiqamah

IKHTISAR KAJIAN

💕 Ikhtisar Kajian Bulanan 💕
Tema :
“Muqaddimah Hadits Arba’in An-Nawawiyah”
Bersama :
👳 Ustadz Syaikhu
(Assatidz Lembaga Pengembangan
Dakwah Al-Bahjah Cirebon)
🏣 Bertempat di Masjid Raya Al-A’zhom,
Komplek Pusat Pemerintahan Kota
Tangerang, Jalan Satria Sudirman No.
1, Kota Tangerang
👳 Ustadz Syaikhu
(Assatidz Lembaga Pengembangan
Dakwah Al-Bahjah Cirebon)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Yang kamu Muliakan Guru kita, Buya Yahya beserta Keluarga, semoga Allaah selalu Sehatkan Beliau. Semoga Allaah selalu berikan Beliau Hidayah dan Taufiq agar bisa menjadi Perantara bagi kita. Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, Wabil Khusus Pengurus Masjid Raya Al-A’zhom yang dimuliakan Allaah, Hadirin Wal Hadirat yang dirahmati Allaah, Bersyukur kepada Allaah Subhaanahu Wa Ta’aala kita semua pada Malam Hari ini kita dikumpulkan di Tempat yang Mulia, dikumpulkan untuk Tujuan yang Mulia, dikumpulkan bersama Orang-Orang yang dimuliakan oleh Allaah Subhaanahu Wa Ta’aala. Alhamdulillaahi Rabbil ‘Aalamiin kita pada Malam Hari ini sama-sama Berkumpul di Tempat yang disabdakan Rasulullaah Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam, yaitu Taman Surga. Semoga dengan kita berkumpul di Taman Surga Dunia ini menjadi Muqaddimah kita dikumpulkan di Taman Surga bersama Rasulullaah Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam. Aamiin.
Berdirilah kalian dalam Keadaan diampuni oleh Allaah Subhaanahu Wa Ta’aala. Aamiin. Shalawat serta Salam kita panjatkan kehadiran Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam beserta Keluarganya, Sahabatnya, beserta Pengikutnya, semoga kita kelak mendapat Syafa’at Beliau. Aamiin.
Sebagaimana di Al-Bahjah pada Malam Rabu mempelajari Kitab “Hadits Arba’in An-Nawawiyah”. Ada yang bawa? Meski Kecil tapi Isinya bermanfaat. Semoga kita bisa Mengkaji Hadits ini bersama Buya Yahya. Arba’in artinya 40 sehingga Terkenal kalau orang pergi Haji Shalat Arba’in. Ada Riwayat 40 Hari, ada Riwayat 40 Waktu, sedangkan Jama’ah yang pergi ke Madinah sekitar 8 Hari, maka yang dimaksud adalah 40 Waktu. Barang siapa yang Shalat di Masjid Nabawi akan Aman dari Sifat Kemunafikan.
Ada 40 Hadits yang In Syaa Allaah akan disebutkan oleh Imam An-Nawawi yang di dalamnya ada Kaidah Islam yang berkaitan dengan Akhlaq, Hadits, Fiqih. Sebelum masuk kepada Kitab ini, lantas siapa Penulis Kitab ini? Yahya bin Syarifudin An-Nawawiyah. Karena berasal dari Madinah, maka disebut An-Nawawiyah, kalau dari Mekkah disebut Al-Makkiyah.
Imam Nawawi dilahirkan pada Tahun 631 H, Beliau Wafat pada Tahun 676 H. Berarti Usianya 45 Tahun. Ada yang Umurnya 45 Tahun? Banyak ya. Kualitas Umur 45 Tahun Imam Nawawi sangat luar biasa. Di Masa Mudanya Beliau sudah meninggalkan Kitab yang bermanfaat bagi kita. Sudah 800 Tahun tetapi Bukunya masih memberi Petunjuk, Wejangan, Manfaat bagi orang-orang. Inilah yang disebut Umurnya Bermanfaat. Walaupun Umurnya sedikit tetapi bermanfaat.
Ada lagi Kitab yang panjang yaitu Al-Majmu Syarah Al-Muhazah. Jumlahnya ada sekitar 23 Jilid. Imam Nawawi Karyanya luar biasa. Belum lagi kita Al-Minhaj yang luar biasa. Semua Urusan Fiqih bermula dari Kitab Al-Minhaj. Nanti dari Syarahnya Al-Minhaj ada Kitab Karangan Ibnu Hajar Al-Asqalani. Sampai sekarang Kitab itu masih dipelajari dan dijadikan Rujukan. Inilah Imam Nawawi yang luar biasa.
Imam Nawawi adalah Anak dari seorang Ayah yang merupakan Pedagang. Beliau Cinta Majelis Ilmu dan Ulama. Ini menjadi Pelajarang bagi kita bahwa yang sibuk dengan Pekerjaan jangan Kecewa, anda masih punya Anak. Bagaimana caranya? Ayahnya Imam Nawawi dikhususkan hanya untuk Belajar. Sejak Kecil Beliau dititipkan di Pondok Pesantren. Di sana hanya khusus Belajar Agama. Dari Usia 10 Tahun sampai Wafatnya Beliau tidak Menikah karena sibuk membuat Kitab dan Belajar. Imam Nawawi tidak punya Penghasilan kecuali dari Ayahnya. Ia makan hanya Sekali Sehari. Itu karena Beliau Berpuasa. Saat Sahur dengan Air Putih.
Semua Karyanya adalah Nur (Cahaya) sehingga seluruh Dunia mempelajarinya. Beliau sangat Zuhud. Beliau tidak mau Memakan Buah-Buahan yang ada di Damaskus karena takut Buah-Buahan tersebut berasal dari Tanah Wakaf. Ada yang mengatakan Beliau tidak makan Buah-Buahan karena Transaksi di sana banyak kecurangan.
Ini Imam Nawawi. Karena yang dimakan akan diserap oleh Darah dan dibawa ke seluruh Organ Tubuh. Kalau Mata kita Makannya dari yang Haram, maka cenderung Melihat yang Haram, begitu juga dengan Anggota Tubuh lainnya. Berbeda kalau yang dimakan Halal seluruh Nutrisi tersebut akan masuk ke seluruh Tubuh sehingga kita akan membaca Al-Qur’an dan senantiasa Memandang sesama dengan Cinta, yang keluar dari Lisannya Pencerahan. Bukan Orang yang Berucal sekali terjadi Pertikaian.
Maka apa yang ditulis oleh Imam Nawawi adalah Cahaya yang luar biasa yang Karyanya masih kita baca sampai saat ini. Imam Nawawi dikenal sebagai Wali Qutub yang Kedekatannya dengan Allaah Subhaanahu Wa Ta’aala luar biasa. Pada saat 17 Ramadhan ia terbangun, ia melihat Cahaya sedangkan yang lainnya tidak, maka Ayahnya tahu saat itu Lailatul Qadar.
Saat dimakan yang Halal, maka tumbuhlah Imam Nawawi. Kenapa kita selalu berharap Anak kita menjadi Anak yang Shaleh, tetapi yang kita cari Harta yang belum Halal. Bagaimana kita bisa mendapatkan Anak yang Shaleh kalau yang kita berikan adalah Harta Riba dan Kecurangan. Kita harus ingat yang kita berikan kepada Anak kita bukan soal Makanan saja, tetapi dari Makanan tersebut berasal.
Imam Nawawi berasal dari Ayah yang Jujur. Ada Imam Al-Halawani yang Ayahnya adalah Pedagang Manisan. Hasilnya tidak seberapa, tapi Ayahnya Cinta kepada Ilmu, Ulama, kalau ada Pondok Pesantren butuh ia selalu Menyumbang meski Kecil. Ia meminta dido’akan agar Anaknya bisa memahami Ilmu Agama. Dengan Dola yang Tulus dari Ayahnya dan Para Ulama, Lahirlah Imam Al-Halawani. Kalau kita mau jadi Orang yang Shaleh, maka apa yang kita berikan kepada Anak kita harus dari yang Halal.
Ini adalah Kitab yang Hebat. Beda Mengkaji langsung dengan Mendengarkan. Meskipun tidak Membacanya bisa sekedar Membawanya. Berikan kepada Anak kita. Miliki Kitabnya dan rasakan Barakahnya. Ada satu Kitab Kecil Tajwid, barang siapa yang membawa Kitab tersebut akan dijamin. Kalau Orang tersebut Tenggelam akan dijamin. Dengan membawa Kitabnya saja sudah Barakah walaupun tidak bisa Membacanya.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Ini sudah menjadi Kebiasaan Para Salaf sebelum memulai sesuatu selalu mengawali dengan :
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Barang siapa yang melakukan Pekerjaan tidak Menyebut Bismillahirrahmanirrahim, maka Barakahnya terputus. Di dalam Al-Qur’an juga dimulai dari :
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Makna Kalimat tersebut sangat luar biasa. Jadi orang yang Menyebut Kalimat ini di awal Perbuatannya dia ingin mengambil Barakah dengan Menyebut Nama Allaah. Hasil Pekerjaannya akan Barakah. Kalau dimakan akan menjadi Barakah. Kalau sudah Barakah Nutrisi yang masuk akan mudah Beribadah. Dia akan Makan, Minum, Memakai Pakaian, Berjalan ke Masjid Menyebut Kalimat ini akan mendapatkan Barakah, segala gerak geriknya bahkan saat mau Tidur pun Membaca :
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 21X
Maka semuanya adalah Barakah. Ini baru tentang ini. Sudah Jam berapa? Udah Jam 10 ya? Mana Jamnya? Ya kurang 3 Menit. Sudah mau Jam 10, nanti In Syaa Allaah Buya Yahya yang akan meneruskan karena ini adalah sekedar Muqaddimah. Do’a semoga bermanfaat. Ada Pertanyaan enggak sudah Jam 10? Sudah Jam 10 cukup tidak ada Pertanyaan. Mohon maaf ya karena tadi ada Hambatan di Jalan, maka jadi Terlambat. Mohon maaf ya. Barangkali yang ada Pertanyaan bisa ditulis di Majelis yang akan datang atau dikirimkan ke Website Al-Bahjah.
In Syaa Allaah Semoga yang hadir di sini mendapatkan Niat dari Allaah Subhaanahu Wa Ta’aala, akan diberikan Keberkahan di dalam Umurnya, di dalan Rizkinya, di dalam Pekerjaannya, di dalam Keluarganya, di dalam Anak-Anaknya, di dalam gerak-geriknya, di dalam Ibadahnya, di dalam apapun yang dia kerjakan akan mendapatkan Barakah dari Allaah Subhaanahu Wa Ta’aala. Semoga Allaah Subhaanahu Wa Ta’aala menjadikan Perkumpulan kita ini menjadi sebab kita diampuni oleh Allaah Subhaanahu Wa Ta’aala, menjadikan sebab kita diselamatkan dari Fitnah Dunia, dan Fitnah Masihid Dajjal, dijadikan oleh Allaah Subhaanahu Wa Ta’aala sebagai sebab Selamat di Dunia dan di Akhirat, dijadikan sebab kita semua menjadi Orang-Orang yang Istiqamah, dan In Syaa Allaah ketika kita Meninggal Dunia dalam Keadaan Husnul Khatimah.
بِسْمِ اللهِ الرَّحمنِ الرَّحِيْم (1) أَلحَمدُ لِلّه رَبِّ العَالَمِين (2) ألرَّحمَنِ الرَّحِيم (3) مالِكِ يَوْمِ الدِين (4) إيّاكَ نَعبُدُ وَ إيّاكَ نَستعِين (5) إهدِنَا الصِّرَاط المُستَقِيم (6) صِرَاطَ الَذِينَ أنعَمتَ عَليْهِمَ، غَيْرِالمَغضُوبِ عَليْهِم وَلاَالضَّالِّين (7)
(Q.S. Al-Fatihah)
Demikianlah yang bisa saya sampaikan. Kurang lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Apabila banyak Kata-Kata yang kurang berkenan, apabila banyak Kata-Kata yang Menyinggung mohon dimaafkan. Dimaafkan ya Pak, Dimaafkan ya Bu. Alhamdulillaah. Kami mohon Do’a selalu.
ﻭَ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ
Notulen: Aditya Raharjo (Sahabat ASIK)
#Ikhtisar
#KajianBulanan
#MajelisAl-BahjahTangerang
#Al-BahjahTV

KALEIDOSKOP RINDU

Sinopsis:
Dua ribu enam belas, tidak ada kembalian, pas menyakitkannya. menjelajah rindu di kota balapan, dengan kisah sendirian. Dita seorang wanita yang ingin memotret kenangannya, ingin membuang rindunya. Rindu yang terlahir sungsang, di kota balapanlah ia mengandung, dan di sanalah ia ingin membuang.
.
.
.

aku menghadap terbitnya matahari, kamu menghadap ke arah terbenamnya matahari.

Cara masuknya bisa pake akun Fb atau email. Tinggal klik akun fb, atau email loh. Kuy baca kuy😍…

 

Jangan lupa tinggalkan jejak. Di langit banyak bintang, kasih bintang juga ya 😊

https://www.storial.co/book/kaleidoskop-rindu

 

20181004_185957_0001

Hujan masih abu

“Rindu kian membusuk, dan tlah lenyap, bersama senyap kini lebih dekat”
.
.
.
Rindu bukan sebagian dari rasa bersalah karena menghujam jarak yang tak lagi searah.
#TadiMalamSebelumTidurBukaIsiKardusBerdebu